Pertanyaan:
Apa amalan yang mesti saya baca dan
amalkan untuk menghadapi istri yang keras hingga rumah tangga selalu ribut?
Jawaban :
Masalah rumah tangga
yang sering ribut, apalagi karena istri keras kepala atau melawan suami,
sebenarnya adalah ujian. Islam mengajarkan bahwa solusi utamanya bukan hanya
dengan bacaan atau amalan dzikir, tapi
juga dengan akhlak, kesabaran, dan komunikasi yang baik. Namun, para ulama dan
orang-orang tua dahulu memang memberikan beberapa amalan, doa, dan bacaan yang dianjurkan agar
rumah tangga menjadi tenang, istri lebih lembut hatinya, dan suami lebih sabar
dalam memimpin.
1. Perbaiki Dulu Niat
& Sikap
Jadilah suami yang
**lembut, adil, dan sabar**. Karena kerasnya istri seringkali muncul karena
kelemahan cara memimpin, atau karena kurangnya kelembutan.
Nabi ﷺ
bersabda:
"Sebaik-baik
kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling
baik terhadap keluargaku." (HR.
Tirmidzi)
2. Amalan & Dzikir
yang Dianjurkan
Berikut beberapa amalan
menurut para ulama, kyai, dan orang tua-tua dahulu:
Shalat hajat khusus untuk meminta kelembutan hati istri.
Setelah shalat, bacakan
doa:
"Allahumma allif baina quluubina kamaa
allafta baina ibraahiima wa sara, wa allif baina quluubiinaa kamaa allafta
baina muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam wa ‘aaisyah".
(Ya Allah, satukanlah hati kami sebagaimana Engkau satukan hati Ibrahim dan Sarah, dan Muhammad ﷺ dengan ‘Aisyah).
b. Dzikir Penguat Kasih
Sayang
Ya Wadud →
dibaca 1000 kali malam hari, niatkan
agar Allah menumbuhkan kasih sayang dalam hati istri.
Ya Latif ** → dibaca 129 kali, agar hati istri
dilunakkan oleh Allah.
c. Ayat-ayat Al-Qur’an
Surah Ar-Rum ayat 21
dibaca setiap selesai shalat, karena ayat ini tentang ketenangan dan kasih
sayang suami istri.
Surah Al-Hasyr ayat
21-24 dibaca dan dihembuskan pada air,
lalu diminumkan pada istri (orang tua dulu sering mengamalkan ini).
Surah Taha ayat 1-5 diyakini
oleh sebagian ulama salaf dapat melembutkan hati yang keras.
3. Sedekah & Doa
Orang Tua
Perbanyak sedekah dengan niat agar rumah tangga tenang.
Mohon doa restu dari
orang tua agar diberi ketenangan dalam rumah tangga. Doa orang tua sangat
mustajab.
4. Amalan Praktis
Bacakan Bismillah sebelum masuk rumah.
Usahakan shalat berjamaah dengan istri di rumah, lalu
doakan istri dalam sujud terakhir.
Bacakan shalawat nabi
sebanyak mungkin di rumah, karena shalawat mendatangkan rahmat dan ketenangan.
5. Inti Pesan Ulama. Para
ulama menekankan: Amalan dzikir dan doa itu penting, tapi lebih penting lagi akhlak dan cara komunikasi.
Kalau suami keras, istri pun keras. Tapi jika suami sabar dan penuh kasih,
istri biasanya luluh.
Dzikir utama: Ya Wadud, Ya Latif, Surah Ar-Rum:21.
Doa: mintalah
kelembutan hati istri dan ketenangan rumah tangga.
Sikap: bersabar, lemah
lembut, dan adil.
Jangan lupa, doa yang
paling mustajab adalah ketika suami sujud
dan ketika tengah malam.
Doa Agar Istri Menjadi Lembut Hati dan Nurut
1. Doa dari Al-Qur’an
(Surah Ar-Rum: 21)
Wa min āyātihī an
khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaiha wa ja‘ala bainakum
mawaddatan wa raḥmah, inna fī żālika la-āyātin liqaumin yatafakkarūn.
Artinya:
“Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari
jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di
antaramu rasa kasih dan sayang...”
Dibaca setiap selesai
shalat, mohon agar Allah menumbuhkan kasih sayang dalam hati istri.
2. Doa Lembutkan Hati
Istri
Allāhumma allif baina
qulūbinā kamā allafta baina qalbi Ibrāhīma wa Sārah, wa baina qalbi Muḥammadin ṣallallāhu
‘alaihi wa sallam wa ‘Āisyah, waj‘al baitanā baiti sakīnah wa mawaddah wa raḥmah.
Artinya:
“Ya
Allah, satukanlah hati kami sebagaimana Engkau satukan hati Ibrahim dan Sarah,
dan hati Muhammad ﷺ dan ‘Aisyah.
Jadikanlah rumah tangga kami sebagai rumah yang penuh ketenangan, cinta, dan
kasih sayang.”
Dibaca setelah shalat
hajat atau saat sujud terakhir.
3. Dzikir Peluluh Hati
Ya Wadud → dibaca 1000x setiap malam, niat agar Allah
tumbuhkan kasih sayang istri.
Ya Latif → dibaca 129x setiap malam, niat agar Allah lembutkan hati istri.
4. Doa Singkat (Amalan
Harian)
Rabbana hab lanā min
azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.
“Ya
Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami
sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Dibaca setiap selesai
shalat fardhu. Cara Mengamalkan:
1. Lakukan shalat hajat
/ tahajud, lalu bacakan doa di atas.
2. Perbanyak dzikir Ya
Wadud dan Ya Latif.
3. Bacakan Surah
Ar-Rum:21 dan Al-Furqan:74 setiap hari, hembuskan pada air lalu diminum bersama
istri.
4. Tetap lembut dalam sikap, karena doa hanya mustajab jika disertai akhlak yang baik.
1. Apa batas kewajiban
seorang suami terhadap nafkah istri?
Allah berfirman: “Dan
kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang
ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah: 233).
Suami wajib memberi
nafkah lahir (makan, pakaian, tempat tinggal) sesuai kemampuan, dan nafkah
batin berupa kasih sayang.
2. Apakah istri wajib taat
kepada suami dalam semua hal?
Rasulullah ﷺ
bersabda: “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, ketaatan itu hanya
dalam perkara yang ma’ruf.” (HR. Bukhari-Muslim).
Istri wajib
taat, kecuali jika suami memerintah maksiat.
3. Bagaimana jika suami
sering lalai shalat, apakah istri boleh menegur?
Wajib
menasihati dengan lembut, sebab shalat adalah tiang agama. Orang tua Melayu
berkata: “Sayang membawa tegur, benci membawa laku.”
4. Apakah istri berdosa
jika menolak ajakan suami tanpa alasan syar’i?
Rasulullah ﷺ
bersabda: *“Jika seorang istri menolak ajakan suaminya ke tempat tidur tanpa
uzur, maka malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR. Bukhari-Muslim).
Kecuali jika ada uzur
syar’i seperti sakit, haid, atau kelelahan berat.
5. Bolehkah istri
bekerja di luar rumah jika suami belum mengizinkan?
Dalam fiqh, izin suami
adalah syarat bagi istri keluar rumah, selama tidak darurat.
6. Bagaimana cara
mendidik pasangan yang keras kepala?
Gunakan sabar, doa, dan
kasih sayang. Ulama berkata: *“Rumah tangga tegak di atas sabar, roboh di atas
amarah.”
7. Bagaimana Islam
mengatur sikap suami dalam menghadapi istri marah?
Rasulullah ﷺ
memberi teladan: beliau tidak pernah memukul istri, hanya menasihati dengan
sabar.
8. Bagaimana menjaga
keharmonisan rumah tangga?
Dengan komunikasi, doa
bersama, dan saling menutupi aib. Petuah Melayu: “Suami istri ibarat aur dengan
tebing, saling menahan, saling melindungi.”
Mertua
1. Apa kewajiban
menantu terhadap mertua?
Menghormati seperti
orang tua sendiri. QS. Al-Isra’: 23 tentang berbakti kepada orang tua juga
berlaku dalam adab terhadap mertua.
2. Apakah istri lebih
utama taat kepada suami atau orang tuanya?
Setelah menikah,
ketaatan utama adalah kepada suami, selama bukan dalam maksiat.
3. Bagaimana sikap
suami jika mertua ikut campur urusan rumah tangga?
Tetap hormat, tapi buat
batas dengan hikmah agar rumah tangga tidak goyah.
4. Apakah menantu
berdosa jika berat hati tinggal dengan mertua?**
Tidak berdosa, sebab
Islam tidak mewajibkan tinggal bersama. Yang penting tetap hormat dan menjaga
hubungan baik.
5. Bagaimana adab
terhadap mertua yang sakit?
Menjenguk, membantu,
dan berdoa. Ini bagian dari birrul walidain.
6. Bolehkah menolak
permintaan mertua jika di luar kemampuan?
Boleh, dengan cara
baik. Allah berfirman: *“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
kesanggupannya.”* (QS. Al-Baqarah: 286).
Ipar
1. Apa hukum berjabat tangan
dengan ipar lawan jenis?
Tidak boleh, karena
ipar termasuk ajnabi (bukan mahram). Hadis: “Lebih baik kepala ditusuk jarum
besi daripada menyentuh perempuan yang bukan mahram.” (HR. Thabrani).
2. Bagaimana menjaga
pergaulan dengan ipar?
Dengan menjaga batas,
tidak berduaan, dan tidak bercanda berlebihan.
3. Apakah boleh
bercanda dengan ipar?
Boleh sekadarnya, asal
sopan dan tidak menimbulkan fitnah.
4. Bagaimana hukum
tinggal serumah dengan ipar?
Boleh jika terpaksa,
tapi wajib menjaga hijab dan adab.
5. Bagaimana menjaga
silaturahim dengan ipar?
Dengan saling membantu dan mendoakan, sebab ipar juga bagian dari keluarga besar.
Besan
1. Bagaimana adab
menjalin hubungan dengan besan?
Dengan saling
menghormati, sebab besan menjadi keluarga karena ikatan anak.
2. Apakah besan wajib
disambung silaturahimnya?
Ya, termasuk
silaturahim mu’allaq (hubungan karena pernikahan). Rasulullah ﷺ
bersabda: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya,
hendaklah ia menyambung silaturahim.”(HR. Bukhari-Muslim).
3. Bagaimana menyikapi
perselisihan dengan besan?
Dengan musyawarah. Petuah
orang tua: “Air keruh jangan dibuang, dijernihkan dengan sabar.”
4. Bagaimana berbagi
tanggung jawab hajat keluarga dengan besan?
Dengan tolong-menolong (ta’awun), sebagaimana
perintah Allah dalam QS. Al-Maidah: 2.
5. Apakah besan
diibaratkan saudara dalam Islam?
Ya, karena mereka
bagian dari keluarga besar melalui pernikahan. Orang Melayu berkata: *“Besan
bukan orang jauh, besan penyambung kasih.”